Hubungan Yang Diberkahi Allah

Dunia gemerlap yang sering dipertontonkan kepada anak dan remaja kita sangat mungkin membawa pengaruh buruk bagi keseharian mereka. Banyak yang semakin jauh dari landasan agama. Dunia yang sangat dicintai oleh Jin dan bangsanya untuk menggoda manusia masuk kedalam “kedurhakaan” terhadap Allah. Banyak diantara kita yang sengaja menjerumuskan diri ini kedalam dunia yang muslim diharamkan hanya mendekatinya.

Tidak dipungkiri, banyak diantara kita yang terjerumus karena masalah satu hal, yaitu syahwat. “Nikah itu mahal” sudah mendarah daging kepada hampir seluruh masyarakat Indonesia. Biaya “Gengsi” menjadi nomor satu daripada Biaya untuk halal itu sendiri. Bila kita menghitung biaya “Halal” itu sangat murah, hanya sekitar Rp 800.000,00 bahkan tidak sampai angka genap Rp. 1.000.000,00 untuk memberikan anak kita hubungan yang berkah.

Apakah kita tidak sadar bahwa sesungguhnya dari banyak kasus hubungan di luar nikah hingga kasus aborsi itu karena kelalaian kita? Nikah muda seakan tabu bagi mayoritas masyarakat kita, dan seakan “Pacaran” menjadi jalan keluar yang pas bagi anak-anak kita. Padahal dibalik itu semua sebuah keharaman besar sedang anak kita lakukan diluar sana yang dia kenal baru hitungan bulan tanpan ikatan. Adakah yang bisa menjamin selain Allah yang Maha Menjaga? Apakah perbuatan yang anak kita lakukan tidak akan menyeret kita sebagai orang tua yang mengizinkan itu terjadi?

Sudah dicontohkan oleh banyak Ulama-ulama Indonesia bahwa nikah muda itu tidaklah tabu, yang terbaru adalah pernikahan anak dari Ustadz Arifin Ilham. Seorang Ustadz kondang yang tidak malu mengumumkan anaknya yang baru berumur 17 tahun untuk menikah. Di saat yang sama pemuda dan pemudi dengan umur 17 tahun masih “berkhayal” yang akhirnya berujung Zina dini. Bukankah dengan yang halal akan jauh lebih diberkahi Allah?

Harta haram atau makanan haram sering kita hindari karena tidak mengandung berkah tetapi untuk hubungan dengan lawan jenis kenapa kita memilih atau memilihkan anak kita dengan hubungan yang jauh dari kata berkah? Sebagai bahan koreksi bagi kita semua orang tua ataupun calon orang tua, masuklah kepada Islam secara Kaffah, menyuluruh. Hindari segala yang haram untuk menuju segala yang halal. Karena saat Hisab nanti, seluruh perbuatan yang kita lakukan dan yang bersangkutan dengan kita sebagai penanggung jawab lakukan akan di pertanyakan dan di pertanggung jawabkan secara adil oleh Sang Maha Adil.(PUT)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s