Waktu Untuk Tuhan

Seperti berbeda ruang dan waktu, satu jam istirahat seakan terpisah dari aturan edar bumi mengelilingi matahari, lebih pendek dari 60 menit. Satu jam istirahat biasanya berlalu sangat cepat. Sering kita dengar ungkapan penuh keluh saat waktu istirahat akan berakhir, “Sudah jam segini…” seolah sebuah keterpaksaan kembali ke waktu untuk bekerja, yang artinya bumi berputar normal seperti sedia kala.

DSC_0045

Aktivitas yang heterogen boleh saja mewarnai satu jam ini, tetapi satu yang tidak boleh berubah adalah waktu untuk Tuhan.

DSC_0056

Jam 12.00 hingga jam 13.00, tepat saat beribadah bagi seluruh muslim di siang ini, panggilan Adzan menjadi penentu dimulainya waktu ibadah dan istirahat sekaligus. Mungkin tidak banyak yang ingin “mengorbankan” waktu mereka untuk Tuhan, tetapi Tuhan pasti memiliki ganti untuk setiap yang kita korbankan.

Kita semua percaya ada suatu kekuatan yang Maha kuasa dan Maha pemberi di dunia ini. Menjadi pengisi jiwa akan “kepada siapa kita bergantung” dan Tuhan tempatnya. The Miracle of Giving, semboyan yang banyak dipakai di judul seminar atau mungkin dipakai oleh banyak pengusaha sebagai landasan mereka membuka usaha. Bila materi yang kita beri ke orang lain berdampak besar dalam hidup kita, bagaimana dengan waktu yang kita “beri” untuk Tuhan kita yang tidak mungkin kita cari lagi?

Tuhan Maha pemberi, Maha Kuasa, Maha segalanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s