Ir. Soekarno, The First Fundraiser

Mungkin tidak banyak yang tahu dewasa ini apa itu pekerjaan Fundraising, atau sistem Fundraising yang ada di setiap kantor. Bila kita Tarik pada saat Indonesia baru merdeka, Bapak Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno bergerak ke seluruh Raja-raja yang ada di nusantara untuk mengumpulkan Dana Revolusi. “Seperti pak Soekarno saat dia meyakinkan para raja-raja di nusantara untuk sama-sama berdonasi untuk berkembangnya negeri ini, itu adalah aktifitas Fundraising” tutur praktisi Fundraising, Arifin Purwakananta.

Pria yang positif ini lahir di Jakarta 20 Oktober 1967 dan sudah mengecap asam-garam di dunia Fundraising. Karirnya bermula saat beliau masuk ke Dompet Dhuafa pada tahun 1999 hingga sekarang menjadi trainer dalam membentuk pribadi-pribadi Fundraiser yang cakap. “Saya ingin membentuk anak-anak muda yang pintar dan berbakat untuk nantinya menjadi Fundraiser handal” tutur pria yang sempat mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia ini di sela wawancara dengan YDSF.

IMG_9051

“Fundraising adalah mendorong sebanyak mungkin orang untuk berbuat baik” tutur pria pecinta Alam ini. Memang harus diakui terkadang Fundraising dan Marketing hampir sama bila kita melihat dari sisi “mengumpulkan uang”. Yang membedakan adalah dalam Fundraising kita tidak menumpuk Uang dan menyalurkannya, tetapi di sana mengajak masyarakat untuk membuat gerakan kebajikan. “Donatur tidak boleh melihat Fundraiser itu sebagai pengemis, karena memang bukan seperti itu” tutur Arifin “Dana yang dihimpun Fundraiser bukan dana kasihan, tetapi dana mereka yang menyumbang karena tergugah persamaan Visi dengan para Fundraiser” lanjut beliau.

Fundraiser bukanlah mereka yang sepanjang hidupnya dikejar target perusahaan yang harus di capainya, bila tidak dia akan mendapat tekanan dan punishment. “Fundraiser adalah mereka yang bersuka ria saat mencari donatur yang ingin dia ajak bersama bergerak menuju yang lebih baik. Fundraiser juga adalah mereka yang berbahagia saat dana yang dia kumpulkan dapat mensejahterahkan orang banyak” tutur pribadi yang pernah di percaya menjadi Direktur Institut Manajemen Zakat pada Tahun 2006.

Kesalahan yang sering kita lihat dalam sistem Fundraising adalah mereka selalu di target dengan uang. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan akan materi memang selalu di butuhkan, tetapi uang bukan segalanya. “Uang adalah alat perubahan, tetapi Fundraiser tidak melulu uang” tegas Arifin. Justru kehadiran Fundraiser adalah untuk membuat perubahan dengan kebersamaan dan dakwah yang dibawa oleh para Fundraiser. “Fundraiser harus dalam menggalang kebersamaan dan berdakwah. Juga menjadi alat perubahan yang luar biasa.” Lanjut beliau.

IMG_9055

Pria yang pernah Mengajar matematika di STM swasta di Jaksel juga menuturkan apa itu esensi menjadi Fundraiser yang bukan hanya menumpuk kekayaan, tetapi juga berkarya. “Fundraiser harus memiliki kreatifitas tinggi, mampu berkarya dan menggugah banyak masyarakat” tutur Arifin. Menurut beliau, Fundraiser adalah alat perubahan, bagian dari perubahan menjadi lebih baik tersebut. “Fundraiser harus di target untuk membuat membuat perubahan, Fundraiser itu bukan alat, tetapi bagian dari perubahan itu sendiri” tutup beliau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s