Musuh-Musuh Islam

Pertarungan yang Haq (Benar) dan Bathil (Salah) tidak pernah usai selama kita hidup di dunia ini. Saat Allah menciptakan Adam AS sampai akhir zaman nanti selalu ada yang baik dan buruk, pahala atau berkah dan dosa atau maksiat. Sudah menjadi Qadarullah yang diberikan kepada manusia yang Allah ﷻ jadikan Pemimpin di dunia ini.

“Saat Allah menciptakan Adam AS sudah memulai konflik antara baik dan buruk” tegas Ustadz Haikal Hassan tuturkan di saat ceramahnya. Konflik di saat Nabi Adam AS memakan buah di surga yang tidak seharusnya dia makan membuat dia harus turun ke bumi karena hasutan sang ke-bathilan, Iblis. Sudah menjadi tabiat dia menjadi perusak amal bila kita tergoda, Allah ﷻ berfirman

“Iblis berkata, “Ya Rabb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.” (Al-Hijr : 39-40)

DSC_0010

“Saat zaman Nabi Ibrahim AS. Siapa musuh islam saat itu? Yaitu Namrudz” cerita Ust Haikal. Allah ﷻ mengabadikan cerita ini dalam firman-Nya yang mulia,

Namrud menyuruh pendukungnya untuk membakar Nabi Ibrahim AS

“Mereka berkata: ‘Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu’.” (As-Shaffat : 97)

Lalu Allah ﷻ dengan ke Maha besarnya berkata api untuk dingin,

“Kami berfirman: ‘Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim’” (Al-Anbiyya : 69)

“Bila kita cermat saat zaman Nabi Ibrahim AS dia dalam posisi kalah, tetapi Allah muliakan Nabi Ibrahim AS” tutur Ust Haikal. Allah ﷻ memuliakan Nabi Ibrahim AS dengan menyelematkan dari api dan menghinakan Namrudz dengan terbantahkannya ketuhanan Namrudz. Allah ﷻ berfirman,

“Mereka berkata: ‘Bakarlah dia dan bantulah ilah-ilahmu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.’ Kami berfirman: ‘Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim,’ mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.” (Al-Anbiya : 68-70)

DSC_0013

Kisah Nabi Ibrahim

Di dalam Kitab Tafsir karya Ibnu Katsir dijelaskan sanagat detail bagaimana proses Nabi Ibrahim di selamatkan dari api. Kayu-kayu bakar itu kemudian dikumpulkan di tanah yang legok dan mereka menyalakannya dengan api sehingga terjadilah api yang sangat besar yang belum pernah ada api sebesar itu.

Nyala api itu mengeluarkan percikan-percikan yang sangat besar, dan nyalanya sangat tinggi. Ibrahim dimasukkan ke dalam sebuah alat pelontar batu besar atas saran seorang Badui dari kalangan penduduk negeri Persia berbangsa Kurdi. Menurut Syu’aib Al-Jiba’i, nama lelaki itu adalah Haizan, maka Allah membenamkannya ke dalam bumi, dan ia tenggelam terus ke dalam bumi sampai hari kiamat.

Setelah mereka melemparkan Nabi Ibrahim ke dalam nyala api itu, Nabi Ibrahim mengucapkan, “Cukuplah Allah bagiku, Dia adalah sebaik-baik Pelindung.”

Seperti yang disebutkan di dalam riwayat yang dikemukakan oleh Imam Bukhari melalui Ibnu Abbas, bahwa Ibnu Abbas pernah berkata, “Cukuplah Allah bagiku, Dia adalah sebaik-baik Pelindung,” “Kalimat inilah yang diucapkan oleh Ibrahim ketika ia dilemparkan ke dalam nyala api, juga kalimat yang diucapkan oleh Rasulullah ﷺ.

DSC_0010

Ulama menyebutkan bahwa Malaikat Jibril menampakkan diri kepadanya di langit, lalu Jibril bertanya, “Apakah kamu mempunyai suatu permintaan?” Ibrahim menjawab, “Adapun meminta kepadamu, saya tidak akan mau. Tetapi jika kepada Allah, saya mau.”

Turunlah pertolongan Allah ﷻ dengan dinginnnya api yang membakar Nabi Ibrahim AS dan membuat seluruh tanah Babilonia ragu akan ketuhanan Namrudz. Dikisahkan juga bahwa kehinaan yang diterima oleh Namrud adalah terbakarnya jempol dari Namrud karena percikan api dia sendiri.

“Mungkin Ibrahim terlihat kalah, tetapi sesungguhnya dia menang” tutur Haikal di sela ceramahnya di Masjid Al-Falah. Allah ﷻ menyelamatkan Ibrahim AS dan menghinakan siapapun musuh Allah ﷻ, yang dalam kisah Ibrahim AS adalah Namrud. “Seperti juga yang terjadi pada Fir’aun pada zaman Musa AS. Allah menenggelamkan Fir’aun dan menyelamatkan Musa AS, padahal Musa AS yang sedang lari dari kejaran Fir’aun” lanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s