Dai Sebagai Contoh

Keadaan Desa Sukorejo cukup ramai dengan kegiatan warga. Mulai dari sekolah hingga tempat-tempat peribadatan. Perjalanan cukup panjang ditempuh rombongan YDSF melihat perkembangan dakwah dari Zaen Abdul Aziz, salah satu dai binaan YDSF yang ternyata mengalami perkembangan yang pesat.

Semula saat masuknya kristenisasi, Desa Sukorejo seakan menjadi salah satu basis perkembangan kristenisasi yang pesat di area Blitar “Warga disini cuek, apa yang membawa manfaat buat mereka, mereka ikuti,” tutur Zaen. Tetapi Zaen melihat sebuah peluang dakwah dari sini, “Kenapa saya tidak membentuk komunitas ekonomi untuk kesejahteraan rakyat sekitar?” lanjutnya.

DSCF3768

Desa yang semula menjadi basis kristenisasi berubah menjadi pergerakan dakwah yang masif. Kerjasama yang mungkin bisa dibilang luar biasa antara para warga sekitar, pimpinan administrasi setempat dan Ustadz Zaen sendiri. Sekolah-sekolah islam mulai dibangun untuk membangun generasi-generasi islami yang jauh dari paham yang lain “Generasi islami yang dibentuk sejak dini adalah penting,” tuturnya. Kondisi warga yang hanya menjadi pengikut membuat pekerjaan dari Zaen menjadi mudah secara tidak langsung.

“Warga mudah untuk digerakan bila ada timbal balik,” tutur Zaen saat menjelaskan bagaimana kondisi desa sekarang ini sehingga Zaen mulai merintis usaha telur puyuh. Sejak masuk ke desa Sukorejo tahun 1991 Ustadz Zaen sudah mengetahui bagaimana cara untuk mengislamkan desa ini, “tetapi semua harus bertahap dan tidak bisa sporadis karena akan ada penolakan,” ceritanya. Beberapa tahun berdakwah hingga tahun 2012 mulai merintis usaha burung puyuh yang berkembang menjadi penggerak ekonomi umat desa.

Ustadz Zaen menyebut strategi dakwah yang dia jalankan adalah Dakwah Ekonomi. “Tidak dipungkiri bahwa dasar kehidupan kita adalah kebutuhan ekonomi, itulah yang dibutuhkan desa ini,” tuturnya. Ustadz Zaen melanjutkan bahwasanya desa ini mampu menjadi sentra ekonomi kota Blitar dan betul saja usaha telur puyuh berkembang pesat. “Perternakan puyuh ini semua hanya bermula dari tanah yang disewakan oleh salah satu warga dan hanya beberapa burung saja,” tutur Ustadz Zaen karena belum semua warga mengetahui usaha ini.

DSCF3772

“Sosialisasi kami lakukan mulai dari semua terbentuk (2012) hingga 2016 kemarin” cerita Ustadz Zaen. Produksi yang memakan waktu lama menjadi hambatan berikutnya bagi Ustadz Zaen dan warga dalam usaha ini, “Allah memberikan bantuan-Nya, ada sumbangan persewaan tempat untuk berternak puyuh,” cerita Ustadz Zaen dengan haru saat mengingat saat merintis dulu. Usaha puyuh berkembang menjadi sentra ekonomi umat desa Sukorejo hingga kota Blitar, “Menjadi khas dari desa ini yang semula hanya beberapa Kilo saja 1x panen hingga bisa mencapai belasan truk dalam 1x panen,” ceritanya.

Selain usaha puyuh yang berkembang menjadi sentra ekonomi kota Blitar, Ustadz Zaen juga mengembangkan usaha-usaha warga lokal seperti usaha Air isi ulang, sawit, lele hingga sapi perah. “Kami sebagai Dai harus sebagai contoh, harus terus mengembangkan dan mempertahankan dakwah kami, setiap 1 minggu 1x kami mengadakan pengajian dan tadarus Al-Qur’an di setiap tempat usaha dan perternakan kami, spiritual harus tetap terjaga” tutupnya. (PUT)

DSCF3851

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s