Orang Tua Terbaik Melahrikan Generasi Terbaik

“Dibutuhkan keluarga yang kokoh dan rumah yang kokoh hingga nantinya melahirkan Generasi terbaik” tegas ketua pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al-Hikmah Syakib Abdullah. Sebagai ketua pengurus sebuah lembaga pendidikan, melahirkan generasi emas merupakan prioritas utama. Bagi beliau, keberhasilan anak menjadi generasi yang unggul berawal dari bagaimana keadaan rumah dan orang tua.

Islam tidak mengenal remaja, tetapi islam hanya mengenal dua fase kehidupan bagi setiap manusia yaitu sebelum baligh (anak) dan Akil Baligh (dewasa). “Pada fase akil baligh tanggung jawab berpindah dari orang tua kepada anak. Dosa anak yang selama ini ditanggung oleh orang tua dilimpahkan semua kepada si anak,” beber Syakib.

“Saat itu (Akil Baligh) anak belum dewasa tetapi sudah memiliki tanggung jawab yang besar” tutur Syakib yang juga terdapat pada Hadits Rasulullah SAW masalah hukum baligh,

“Diangkat pena (tidak dibebani hukum) dari tiga golongan; dari orang yang hingga dia berakal tidur hingga dia bangun, dari anak kecil hingga dia baligh…” (HR. Abu Dawud)

IMG_9841

Dari hadits ini tanggung jawab yang besar sudah dipikulkan ke pundak para anak, yaitu tanggung jawab hukum-hukum islam. Tanggung jawab besar akan perbuatan si anak di dunia yang nantinya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. “Disinilah peran Orang tua sebagai pendidik yang terbaik. Mereka harus bisa menjadi guru pertama dalam bagi anak dan mampu mengkondisikan rumahnya menjadi tempat belajar terbaik,” bebernya.

Pentingnya Kejujuran
Tugas pertama orang tua setelah anaknya Akil Baligh adalah memberikan pendidikan eksternal yang cakap. Memilih lembaga pendidikan yang sejalan dengan visi para orang tua bukan perkara mudah. Menurut Ustadz Syakib, lembaga pendidikan memiliki dua tugas pokok, mendidik dan mengajar. “Mendidik itu esensinya keteladanan, mengajarkan akhlak serta hubungan dengan Allah SWT sesama manusia” jelasnya. Ustadz Syakib melanjutkan, “Sedangkan mengajar adalah kompetensi yang esensinya kemampuan yang tergantung dengan ilmu yang dipelajari,” Sekarang bagaimana tugas ayah dan ibu si anak menyelaraskan visi mengajar antara orang tua sendiri dan lembaga pendiikan.

Setelah mempersiapkan pendidikan dan tempat sang anak untuk belajar, ayah dan ibu harus dapat mencotohkan bagaimana menjadi pribadi yang unggul. Ustadz Syakib mengungkapkan, Hidup ini membutuhkan dua bekal yang harus dimiliki setiap individu (termasuk orang tua) untuk menjadi pribadi yang unggul, yaitu bekal kompetensi yang cukup dan bekal akhlak yang menjadikan kita menjadi Ummat Allah SWT yang lebih baik. “Bilang orang itu sempurna maka dalam perjalanannya ada keseimbangan antara kecerdasan yang diaplikasikan dengan ilmu dan perilaku akhlak mereka sebagai sunatullah manusia yang Allah takdirkan menjadi Khalifatuh fi al-Ardhi, yaitu menjadi teladan dan contoh,” lanjutnya.

IMG_9695

Untuk mempersiapkan generasi yang akan datang, orang tua harus mempersiapkan bagaimana menjadi pribadi yang jujur dan teladan. “Sepandai-pandainya seseorang tanpa kejujuran dan keteladanan tidak memiliki arti apa-apa.” Kejujuran dan keteladanan adalah sesuatu yang dijunjung tinggi di dalam islam. Ustadz Syakib menuturkan jujur dan keteladanan adalah bukti keimanan kita kepada Allah SWT, “esensinya adalah Tauhid dan amaliyahnya adalah ibadah”. Rasulullah SAW sendiri menekankan masalah kejujuran yang harus dijunjung tinggi oleh setiap muslim, Rasulullah SAW bersabda,

“‘…Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah SWT sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan…’” (HR. Bukhari no. 6094)

“Siapapun yang jujur adalah orang dekat dengan Allah SWT, dan siapapun yang dekat dengan Allah SWT pasti memiliki tauhid yang benar, dan siapapun yang Tauhidnya benar, Insyaa Allah SWT ibadahnya akan sempurna” beber Ustadz Syakib. Dia juga menambahkan untuk bekal kedepan, orang harus memperiapkan sang anak, Ayah dan ibu harus menanamkan kepada anak bagaimana memiliki potensi yang bisa dia jual dan bisa diaplikasikan untuk mencari rezeki di muka bumi. “Yang juga dapat diaplikasikan untuk beribadah,” lanjutnya.

Hakikatnya adalah menjadi pekerja yang senantiasa dekat dengan Allah, yang bisa memilih antara rezeki yang halal dan yang haram. “Orang tua yang sukses adalah mereka yang mampu membelanjakan rezeki yang dititipkan Allah ke tempat makin mendekatkan dia kepada Surga-Nya,” tutur Ustadz Syakib. Dia juga melanjutkan titipan orang tua kepada anak adalah seberapa besar dia menghasilkan Generasi Qurrata A’yun. Menurut Shahabat Ibnu Abbas RA, Qurrata A’yun adalah keturunan yang mengerjakan ketaatannya, sehingga dengan itu mampu membahagian orang tuanya di dunia dan akhirat.

“Maka dibutuhkan Orang tua dan Rumah yang Kokoh secara iman dan ketakwaan. Yang nantinya akan melahirkan anak-anak yang cerdas, mulia hatinya dan dekat dengan Allah SWT,” tutup Ustadz Syakib Abdullah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s